Mencari Pelayan di Panggung Pilkada

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 November 2024 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 873 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Saya ingat kotbah RD Laurens Noi pada misa perdana RP Bogdan Bata, SVD, 18 Oktober 2024. Meski tidak spesifik merujuk Markus 10:43-45, pesannya tegas, Imam adalah pelayan.

I know Father Laurens in person, and dare to say he is pastor bonus. Saya kenal Romo Laurens secara pribadi, dan berani mengatakan dia adalah pastor bonus — gembala yang baik. Beliau Pastor Paroki St. Gabriel, Waioti, Maumere.

Karena itu, dari pesan kotbahnya, saya membayangkan Imam adalah cahaya dan kekuatan di tengah kesuraman dan penderitaan hidup. Ia, Sang Imam, menolong dan memberi jalan keluar bagi umat yang sedang berkesulitan. Ia pendoa yang mensucikan diri dan umat. Ia tidak menghindar saat umat miskin memintanya untuk misa arwah. Dan seterusnya, dan sebagainya lakon seorang pelayan umat sejati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah kualifikasi Imam, pemimpin dan pelayan. Kualifikasi ini mesti dimiliki seorang Gubernur, Bupati, dan Walikota. Namun, acap kali kita mudah kagum untuk kemudian tertipu oleh penampilan fisik dan mulut manis. Sehingga Pilkada hanya melahirkan pembobol brankas daerah dan pedagang jabatan strategis di pemerintahan.

Mereka yang sudah khatam dengan urusan kesejahteraan dan kemakmuran pribadi, dan mau membaktikan hidup untuk melayani malah terdepak. Jangan sampai ini yang akan terjadi besok 27 Nopember 2024.

Seandainya Imam dipilih langsung oleh umat, akan ada baliho berisi foto dan mottonya terpampang di sekitar gereja, di tepi dan tikungan jalan, dan di tempat-tempat strategis lainnya. Tapi, belum tentu Bogdan akan mendapat suara terbanyak,” demikian Romo Laurens mengandaikan pemilihan Imam seperti di musim Pilkada.

Berita Terkait

Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Sepucuk Surat, Satu Nyawa, dan Negara yang Diam dalam Potret Pahit Pendidikan di NTT
Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?
KUHP dan KUHAP Baru: Reformasi Hukum atau Kemunduran Demokrasi?
Ketika DAK Gagal Wujudkan Hak Kesehatan: Alarm Konstitusi dari Puskesmas Tuanggeo
PAD Naik, APBD Tetap Defisit: Ujian Otonomi Konstitusional dan Rasionalitas Tata Kelola Fiskal Daerah
Penutupan Pasar Wuring: Sebuah Kajian Sosiologi Hukum
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:14 WITA

Bangunan Kosong Tanpa Penghuni di Nangahure Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:13 WITA

Kantongi Bukti-Bukti, Penyidik Polres Sikka Naikkan Kasus Dugaan TPPO di Eltras Pub ke Tahap Penyidikan

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:22 WITA

28 Jam Tidak Kembali dari Panah Ikan di Perairan Wuring, Mateus Rohi Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:19 WITA

Sejarah dan Signifikansi Hari Rabu Abu

Senin, 16 Februari 2026 - 16:17 WITA

Wakapolda NTT Berkunjung ke SMPN 048 Gaikiu, Polisi Dirikan 2 Unit Tenda KBM

Senin, 16 Februari 2026 - 08:49 WITA

Bangunan SDK Nuabhana di Wolorega Paga Rusak Berat, Luput dari Perhatian Pemerintah

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:30 WITA

Meski KBM di Sekolah Lain, 52 Siswa SMPN 048 Gaikiu Konsisten Tidak DO

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:15 WITA

Bangunan Sekolah Belum Layak, 20 Siswa SMPN 49 Renggarasi Terpaksa KBM di SDK Paipenga

Berita Terbaru

RD Quinn Galmin menandakan abu pada dahi umat Katolik di Gereja Thomas Morus Keuskupan Maumere, Rabu (18/2)

Daerah

Sejarah dan Signifikansi Hari Rabu Abu

Rabu, 18 Feb 2026 - 09:19 WITA