Mencari Pelayan di Panggung Pilkada

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 November 2024 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 901 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Di mimbar misa perdana itu, sang pengkotbah menyemangati Imam baru dan umat yang hadir untuk menjadi pelayan yang berkarya mengikuti jejak Sang Kristus Yesus. Sambil menyimak kotbahnya, saya berimajinasi tentang model kepemimpinan Asta Brata dalam buku Ananda’s Neo Self Leadership yang ditulis Anand Krishna.

Tulis Anand, “Untuk menjadi pemimpin-pelayan sejati, di manapun dan di bidang apa pun, serta dalam skala apa pun, tak ada jalan lain selain memulai dari dalam diri sendiri. Dengan belajar memimpin dan menguasai serta mengendalikan diri. Jika belum mampu memimpin diri sendiri, jangan harap kita bisa menjadi pemimpin bagi orang lain.”

Baca Juga :  Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Mungkin di lain kesempatan kita akan membahas model kepemimpinan yang diuraikan Anand Krishna dalam buku tersebut di atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin yang telah memiliki pengendalian diri, semangat untuk melayani, kemampuan untuk mengoreksi diri, serta menguasai the art of leadership niscaya akan membuat masyarakat, bangsa dan negaranya menjadi lebih beradab dan sejahtera.

Kita mesti sungguh teliti memilih pemimpin-pelayan di setiap periode 5 tahun. Pasangan pemimpin yang betul-betul sudah makmur sejahtera. Mereka telah memperoleh berkah alam semesta yang disediakan Tuhan bagi manusia. Kini mereka bersyukur dan menyembah Dia dengan melayani sesama. Rakyat maju sejahtera, mereka   meraih nama baik dan kemuliaan jiwa. Mereka pemimpin sekaligus pelayan dalam arti sesungguhnya.

Baca Juga :  Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Engkau sudah jadi Imam. Engkau sudah milik Tuhan dan Gereja. Di mana pun engkau bertugas, jangan kirim kami uang, apalagi uang gereja. Jangan kirim kami barang-barang yang diambil dari gereja. Jangan pikirkan keluarga, Tuhan sudah atur dan jaga kami. Satu-satunya permintaan, kirimkan kami “nama baikmu” Ini sudah cukup bagi kami,” Romo Laurens mengakhiri kotbah dengan mengutip pesan ayahnya, saat ia merayakan misa perdana imamatnya 30 tahun silam.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA