Alkisah terdapat Dua Bersaudara yang disebut lebih dulu tinggal dan menetap di tempat itu. Kemudian selanjutnya menyusul komunitas masyarakat Nele Pulau Besar.
Suatu waktu Dua Bersaudara itu ingin kembali pulang ke kampung halaman mereka. Namun rencana ini rupanya tidak disetujui masyarakat Nele Pulau Besar. Mereka ingin agar Dua Bersaudara terus menetap di situ.
Masyarakat Nele Pulau Besar kemudian membujuk rayu Dua Bersaudara agar tidak pulang kampung. Dua Bersaudara pun luluh, dan mengurungkan niat kembali ke kampung halaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat Nele Pulau Besar lalu menyematkan kata “Mana” sebagai simbolisasi atas keberhasilan membujuk rayu Dua Bersaudara. Kata “Mana” dalam bahasa Nele Pulau Besar diartikan sebagai menang.
Kata “Mana” kemudian menjadi viral di antara orang-orang yang kala itu tinggal dan menetap di tempat itu. Jadilah wilayah tanpa nama itu kemudian diberi nama Mana. Lalu dalam keseharian masyatakat Nele Pulau Besar menyebut pulau itu dengan sebutan Pulau Mana.
Seiring berjalannya waktu penyebutan kata Pulau Mana disingkat menjadi P (Pulau) Mana. Lalu lama-kelamaan sebutan pun berubah menjadi Pemana, yang dikenal hingga sekarang.
Penduduk
Pemana tercatat sebagai desa dengan penduduk yang padat di Kabupaten Sikka. Total penduduk di desa itu mencapai 3.902 jiwa terdiri dari 1.967 laki-laki dan 1.935 perempuan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Terdapat 1.111 kepala keluarga, dengan 310 keluarga miskin. Penduduk yang berusia di bawah 17 tahun berjumlah 1.446 jiwa.


Ikuti Kami
Subscribe












