Mayoritas penduduknya berasal dari suku-suku di Kepulauan Tukangbesi tepatnya di Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan menggunakan bahasa Tukangbesi sebagai bahasa ibu.
Pada umumnya penduduk Pemana bermatapecarian sebagai nelayan. Dengan wilayah yang “dikepung” laut dan didukung kekayaan laut, memberikan jaminan hidup akan profesi ini.
Selain nelayan, profesi lain yang juga cukup tinggi adalah petani. Guru swasta hanya 69 orang. Begitu juga PNS hanya 24 orang. Sementara pedagang dan wiraswasta menjadi bagian dari dinamika kehidupan di desa itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu ikon penting dalam meningkatkan sumber daya manusia, termasuk menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan.
Kondisi sumber daya manusia di Desa Pemana boleh dibilang kurang begitu meyakinkan. Data menunjukkan 1.437 orang tamat SD, 339 orang tamat SMP, 257 tamat SMA, 20 orang diploma, dan 35 bergelar S1. Ironinya 117 anak tidak tamat SD, dan terdapat 117 jiwa buta aksara.
Saat kini cukup banyak prasarana pendidikan yang terdapat di Desa Pemana, dari PAUD hingga SMA. Fasilitas ini memacu naiknya kemauan untuk mengenyam pendidikan. Terdapat 70 anak belajar di Paud Perdana Bahari, lalu 583 pelajar bersekolah di SDN Pemana, SDI Pemana, dan MIN 2 SiKKA, 274 pelajar di SMP Swasta Pemana dan MTs Nur Muhamad Pemana, serta 152 pelajar di SMAN Pemana.


Ikuti Kami
Subscribe












