

Maumere-SuaraSikka.com: RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka ternyata menyimpan segudang masalah. “Bola panas” pun menggelinding menembus tembok sakral berwarna putih. Rumah sakit milik pemerintah daerah setempat ini sepertinya butuh serius perbaikan manajemen.
Kondisi ini terungkap dalam Rapat Kerja antara Komisi 1 DPRD Sikka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus dan Direktur RSUD TC Hillers Maumere Dokter Clara Francis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat Kerja digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Sikka, Kamis (27/2), dipimpin Ketua Komisi 1 Yoseph Karmianto Eri. Dia didampingi Wakil Ketua Antonius Hendrikus Rebu dan Wakil Ketua DPRD Sikka Herlindis Donatha da Rato selaku Koordinator Komisi 1.

Selain anggota Komisi 1, Rapat Kerja juga dihadiri 6 orang perwakilan dokter spesialis. Mereka adalah Thadeus Watu yang juga Ketua IDI Sikka, Ekarini Katharina Yunarti Nabu, Imakulata Sonia Lameng, Hyatsintus Don, Petrus Agustinus Seda Sega, dan Iskandar Kasman.
Menurut Ketua Komisi 1 Yoseph Karmianto Eri, Rapat Kerja dilaksanakan atas usulan dan inisiasi para dokter yang sudah tidak tahan lagi melihat kondisi kritis di RSUD TC Hillers Maumere akibat bertumpuknya “penyakit” masalah dan persoalan.
Setidaknya terdapat 5 agenda penting yang dibicarakan dalam Rapat Kerja ini. Pertama, sistem pembagian jasa. Kedua, ketiadaan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. Ketiga, kekurangan tenaga Dokter Spesialis, khususnya Spesialis Anestesi. Keempat, kualitas dan mutu pelayanan rumah sakit. Dan kelima, kesejahteraan tenaga kesehatan.


Ikuti Kami
Subscribe












