“Bukan hanya (Dokter) Evi dan (Dokter) Remi, tapi kami semua berteriak,” seru dia.
Dampak dari tidak adanya dokter anestesi membuat RSUD TC Hillers harus merujuk pasien ke Larantuka atau Ende. Situasi ini membuat kualitas pelayanan menjadi semakin kacau.
Selain itu manajemen harus “meminjam” dokter anestesi dari tempat lain, dengan kontrak yang singkat ditambah beban insentif. Sudah beberapa kali kebijakan alternatif seperti ini dilakukan, tapi belum juga menyelesaikan soal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokter Titin Nabu mengkritisi kebijakan “meminjam” dokter anestesi dari tempat lain. Menurut dia, kebijakan tersebut sia-sia jika tidak diimbangi kenaikan insentif.
“Mau pinjam spesialis dari mana saja, sama saja kalau insentif tidak berubah,” lawan Dokter Titin Nabu.
Menurut Dokter Hyatsintus, Dokter Titin Nabu, Dokter Thadeus Watu dan Dokter Sonya Lameng, dua dokter anestesi yang angkat kaki, hingga kini masih berada di Maumere. Isu bahwa mereka sudah bekerja di rumah sakit lain ternyata tidak benar.


Ikuti Kami
Subscribe












