“Bola Panas” Menggelinding di Rumah Sakit Maumere, Butuh Serius Perbaikan Manajemen

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 13:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 14,623 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD TC Hillers Maumere Dokter Clara Francis saat Rapat Kerja bersama Komisi 1 DPRD Sikka, Kamis (27/2)

Direktur RSUD TC Hillers Maumere Dokter Clara Francis saat Rapat Kerja bersama Komisi 1 DPRD Sikka, Kamis (27/2)

“Nanti saya dengan Dokter Thadeus Watu yang datangi mereka,” janji Petrus Herlemus.

Dokter Hyatsintus Don

Insentif
Masalah rendahnya insentif bagi dokter spesialis juga menjadi pembahasan serius dalam Rapat Kerja. Berangkat dari problem yang dialami 2 dokter anestesi, dikuatirkan hal tersebut bisa saja memicu dokter spesialis yang lain.

“Terus terang kami cemas sekali, kalau semua (dokter) katakan mundur, bisa ancur kabupaten ini,” ungkap Yoseph Karimanto Eri.

Dokter Clara Francis mengaku telah membahas perubahan insentif bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) sejak Januari 2024 lalu. Selanjutnya pada Juli 2024 pihaknya mengajukan resmi perubahan insentif.

Hingga kini, kata dia, masih sedang berproses, terutama menyangkut Peraturan Bupati Sikka tentang Standar Harga. Menurut Dokter Clara Francis, prosesnya cukup lama.

Baca Juga :  Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Dokter Titin Nabu menyebut insentif bagi dokter spesialis di RSUD TC Hillers agak unik karena terdapat perbedaan antara mayor dan minor. Hal ini, kata dia, melahirkan disparitas antara para dokter spesialis.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA