Jenis gempa yang terekam selama periode 13-20 Maret 2025, yaitu 55 kali gempa letusan, 176 kali gempa hembusan, 67 kali gempa harmonik, 1 kali gempa tornillo, 5 kali gempa low frekuensi, 1 kali gempa vulkanik dangkal, dan 83 kali gempa vulkanik
dalam.
Selain itu terjadi 13 kali gempa tektonik lokal, 46 kali gempa tektonik jauh, dan 3 kali getaran banjir, dan 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 3,7 mm
Pengamatan secara visual periode 13-20 Maret 2025, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki meningkat cukup signifikan, rata-rata tinggi kolom
erupsinya 1.000 meter hingga 2.500 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada periode ini gempa hembusan masih sama seperti periode sebelumnya dengan tekanan yang lemah hingga sedang. Sinar api di puncak terlihat terakhir pada tanggal 13 Maret 2025. Hal ini mengindikasikan
material pijar masih belum terdorong ke arah permukaan.
Asap hembusan pada area sekitar puncak pada sisi barat laut yang membentuk
seperti rekahan cenderung tipis-tebal sedangkan pada tembusan solfatara sisi timur laut dan barat daya terlihat tipis.
Adanya asap kawah (solfatara) ini disebabkan adanya
zona alterasi (zona lemah), sehingga terlihat asap solfatara yang keluar dari area tersebut. Area tersebut dapat berpotensi terjadi directed blast (erupsi langsung searah) yang dapat terjadi ke arah barat laut-timur laut dan barat daya dari Gunung Lewotobi Laki-Laki.


Ikuti Kami
Subscribe












