Keempat, masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki memakai
masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Kelima, pemerintah daerah setempat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi
Laki-Laki di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Keenam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Propinsi NTT dan Satlak PB setempat dalam memberikan
informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Ketujuh, masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat memantau
perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Lewotobi Laki-Laki melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial @pvmbg_ (Facebook, Twitter, dan Instagram), serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).
Muhammad Wafid memastikan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika
terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Sebagaimana diketahui Gunung Lewotobi Laki-Laki adalah salah satu dari dua gunung api
kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores Propinsi NTT.
Gunung ini memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung
api strato yang masih aktif.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












