“Pada 20 Maret 2025 kegempaan semakin meningkat, hingga pukul 18.00 Wita kegempaan vulkanik mencapai 117 kali,” terang dia.
Dengan peningkatan status menjadi Level Awas, Muhammad Wafid juga menyampaikan rekomendasi yang perlu diperhatikan warga masyarakat dan pemerintah daerah setempat, termasuk juga institusi yang berkepentingan dengan urusan vulkanologi, mitigasi bencana dan geologi.
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung/ wisatawan tidak
melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 kilometer dan 8 kilometer sektoral Barat Daya dan Timur Laut dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai
isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Ketiga, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan
pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan
dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.


Ikuti Kami
Subscribe












