

Maumere-SuaraSikka.com: Sejak Desember 2024 lalu, warga masyarakat Kabupaten Sikka mengalami kelangkaan minyak tanah. Bahkan harga eceran pun melejit, tembus hingga Rp 10.000 perliter.
Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan, hingga tidak segan-segan diduga telah terjadi mafia minyak tanah. Pertamina menjadi sasar marah warga. Begitu juga agen dan pangkalan, tidak luput dari umpatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Sikka prihatin dengan kondisi tersebut. Lembaga legislatif itu pun berinisiatif menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (19/5). RDP dipimpin Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Herlindis Donatha da Rato. Hadir Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka Kandidus L Tolok dan Manager Fuel Terminal Maumere Zakiudin.
“Kami menerima banyak informasi tentang minyak tanah langka, peningkatan harga, dan distribusi yang tidak merata,” demikian Stef Sumandi mengawali RDP.
Kepala Bagian Ekonomi Kandidus L Tolok memasikan distribusi minyak tanah dari Pertamina ke agen selalu lancar. Begitu juga distribusi dari agen ke pangkalan.
Terdapat 2 agen di Kabupaten Sikka yaitu PT Rovin Jaya dan PT Bolawolon. Dua agen ini membawahi 565 pangkalan. PT Rovin Jaya memiliki 323 pangkalan, sementara PT Bolawolon dengan 242 pangkalan. Sebanyak 565 pangkalan ini tersebar pada 16 kecamatan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












