Mencermati seluruh persoalan yang terjadi, Ketua Fraksi PDIP Darius Evensius menyebut sangat wajar jika selama ini terjadi kelangkaan minyak tanah, harga meroket, dan distribusi yang tidak berkeadilan.
“Minyak tanah langka, harga tinggi. ya wajar, karena banyak desa tidak ada pangkalan. Distribusi tidak adil. Pertanyaan kita, pemerintah ada di mana?” tanya politisi dari Kecamatan Nele itu.
Selain menentukan kewenangan pangkalan, Kabag Ekonomi Setda Sikka juga memastikan kuota minyak tanah ditentukan sendiri oleh agen. Akibatnya tidak heran jika kuota minyak tanah menumpuk pada kecamatan tertentu saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor ini makin membuat geram sejumlah anggota DPRD Sikka. Para wakil rakyat kemudian mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka bahkan mengusulkan perlu penambahan agen dan kuota minyak tanah bagi Kabupaten Sikka.
RDP ini tidak dihadiri PT Rovin Jaya dan PT Bolawolon. Ketua DPRD Sikka beralasan surat undangan sudah disiapkan, namun tidak terdistribusi. Padahal, sekiranya 2 agen ini hadir, kemelut minyak tanah bisa terungkap lebih proporsional dengan solusi yang lebih tepat.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












