CMRT sempat mencuri set pertama dengan skor 27-25. Findo yang beberapa kali gagal melancarkan back atacck, justeru tampil apik pada poin-poin kritis. Pemain bertubuh pendek ini berkali-kali melancarkan spike keras hingga membawa keunggulan CMRT.
Gong Nele yang mestinya meraih kemenangan pada set pertama, belum menyerah. Yohanis Aliande mengubah strategi. Dia menarik Bayu, dan menurunkan Melki. Lengkap sudah 2 spiker andalan yang dibawa dari Kupang, Melki dan Yosua.

Alhasil, Gong Nele tampil dengan formasi The Winning Team ketika menguburkan Anarki di babak semifinal. Melki dan Yosua tampil begitu beringas, tidak tertahankan. Praktis Gong Nele dengan mudah mendikte CMRT. Set kedua menjadi milik Gong Nele dengan skor 25-15.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Set ke-3 berlangsung seru. Dua pemain bayaran dari Kupang, Arnol dan Findo terus menampilkan permainan terbaik mereka. San, Roy, dan Adrian sesekali mengejutkan dengan spike dan quick spike yang tidak bisa dibendung. Pertarungan berlangsung panas. CMRT unggul tipis 25-23.

CMRT seperti sedang di atas angin setelah unggul 2-1. Namun Gong Nele tidak cepat menyerah. Mereka justeru bangkit lagi di set ke-4. Kualitas Yosua dan Melki belum menurun. Deo sang setter masih cukup akurat membagi bola kepada para spiker. Hampir sama dengan set ke-2, Gong Nele tampak cukup mudah menang dengan skor 25-18.
Set pemuncak menjadi kian dramatis. Findo yang sengaja diistirahatkan John Lamakey pada separuh set ke-4, diharapkan bisa tampil garang pada set ke-5. Namun rupanya sia-sia strategi ini. Melki dan Yosua justeru beringas sejak awal set ke-5. Bahkan mereka memaksa perpindahan tempat dengan skor 8-2.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












