Selisih 6 poin, tidak membuat surut semangat CMRT. Pelan-pelan tim asal Kecamatan Nita ini mencuri poin. Bahkan mereka berhasil menyusul hingga 12-13. Gong Nele yang sempat ketar-ketir, akhirnya mencuri 2 angka terakhir.
Sebelumnya, pada perebutan tempat ketiga, terjadi bentrok antara Anarki dan Netral. Pertemuan dua tim ini juga tidak kalah menarik. Anarki yang diunggulkan sempat mencuri set peetama dengan skor 25-23. Netral menyelesaikan partai ini dengan kemenangan 3 set berturut-turut 25-23, 29-27, dan 25-22. Masing-masing tim memboyong Piala Tetap, lalu Netral mendapat uang pembinaan Rp 10 juta, dan Anarki bawa pulang Rp 7 juta.

Dalam turnamen yang diinisiasi Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka sekaligus Ketua PBVSI Sikka itu, panitia juga memberikan reward kepada 4 kategori terbaik, masing-masing uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu. Pemain Terbaik Emanuel Naldo de Jesus M dari Netral, Spiker Terbaik Yosep Marianus Nong Tomi
dari Bom Wolet, Setter Terbaik Antonius Valdiano Pareng dari CMRT, dan Libero Terbaik Petrus Yulianus Gae dari Gong Nele.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua partai terakhir yang digelar Sabtu (26/7), antara lain ditonton juga Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi dan sejumlah anggota DPRD Sikka, Kasdim 1603 Kapten Cba Dominggus M Atamani, dan pejabat yang mewakili Danlanal Maumere. Para pejabat ini bahkan bertahan hingga acara penyerahan hadiah yang berlangsung hingga Minggu (27/7) pukul 01.30 Wita dinihari.
Turnamen Teka Iku Cup II ini hanya diikuti 9 klub bola voli. Bermain dengan sistem setengah kompetisi, 5 klub gagal di babak penyisihan yakni juara bertahan Ganna Kewa, Dragon Fly, Jangkar Wairblerer, dan Gurita Merah Aibura.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












