Flores United di musim ini mencatat juga hal menarik. Tim milik legislator Angelo Wake Kako itu adalah satu-satunya tim yang lolos ke fase gugur tanpa pernah menang pada tiga pertandingan babak penyisihan. Flores United bermain 3 kali seri, dan poin 3 sudah cukup mengantar Laskar Nusa Nipa menjadi Runner Up Pool C.
Musim lalu, BTA disebut-sebut sebagai Raja Comeback. Gelar itu praktis tidak bersihir lagi pada musim kali ini. Mungkin gelar ini lebih cenderung diberikan kepada CBN. Tertinggal dari Perse di laga pembuka, CBN menang dengan skor 2-1.
Lalu di pertandingan kedua, sempat tertinggal dari Sergio, CBN mampu menyelesaikan dengan hasil imbang. Dan pertandingan terakhir, BMU Alor Pantar sudah unggul lebih dulu, lagi-lagi CBN bikin comeback epik dan menang 4-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Catatan lain dari pinggir lapangan adalah ramai riuhnya supporter beberapa tim. Persami Mania yang muncul paling awal sejak musim ETMC 2015, masih setia di tribun. Begitu juga Red Boys 58, Ultras Ngada, dan Bolonga Boys, meramaikan Stadion Marilonga kala tim-nya merumput. Supporter Flotim bahkan turun dengan dua kubu.
Tim pendatang baru Flores United tidak kesepian. “Hooligans” dengan kostum hitam sangat setia di atas tribun mendukung Laskar Nusa Nipa. Malah supporter ini lebih heboh dari supporter tim lain yang sudah ada sebelumnya.
Hal menarik lain pada musim ini adalah tuan rumah, juara bertahan dan Stadion Marilonga. Ende sudah 3 kali tuan rumah. Dan selama tiga kali itu, juara bertahan tidak bisa bertahan. Pemegang tahta sebelumnya tidak bisa berbuat banyak di Stadion Marilonga. Venue utama itu sepertinya keramat bagi juara bertahan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












