Tahun 1999, PSN datang sebagai Juara ETMC 1997. PSN masih digdaya, bertahan hingga partai puncak di Lapangan Marilonga, waktu itu belum disebut Stadion Marilonga. Raksasa sepak bola NTT itu menyerah pada laga final di kaki tim tuan rumah Perse Ende.
Paling tragis perhelatan ETMC 2017. Persami Maumere dalam status Juara ETMC 2015, malah angkat kaki lebih awal. Kalah dalam tiga pertandingan babak penyisihan, Tim Hijau Putih pulang tanpa poin. Terasa sesak sekali. Terjadi ulangan Final 1999, Perse kembali naik podium.
Lalu di musim Tahun 2025, Bintang Timur Atambua, juga angkat kaki lebih cepat. Tiga kali bertanding, BTA hanya bisa mengumpulkan 1 poin. Bahkan gawangnya dibobol paling banyak 7 gol, sama dengan Platina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua kali tuan rumah, Perse tembus final dan juara. Dua kali tuan rumah, lawan Perse di final adalah PSN. Ini kali ketiga Ende tuan rumah. Apakah Perse tembus lagi final dan juara lagi? Apakah PSN tembus final dan gagal lagi? Apakah Stadion Marilonga masih keramat? Simpan saja pertanyaan ini. Nanti juga akan terjawab.
Masih banyak sekali catatan menarik “bola rebound” yang bisa dilihat dari pinggir lapangan. Semuanya adalah bagian dari dinamika berkembangnya sepak bola di level NTT. Satu saja harapan bersama bahwa turnamen bergengsi ini terus menjadi media straregis untuk meningkatkan persaudaraan dan persahabatan, sekaligus membangun masa depan sepak bola NTT yang lebih bergairah.*** (vicky da gomez)


Ikuti Kami
Subscribe












