Anggota Komisi XI DPR Melchias Mekeng Ingatkan DS Alumni LPDP Sadar Diri

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 286 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng

Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng

Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menyoroti pentingnya etika penerima beasiswa dalam merespons dinamika publik. Sorotan ini menanggapi viralnya alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS menyebut ‘cukup aku WNI, anak jangan’ yang belakangan mengemuka di publik.

Melchias Mekeng menyebut pernyataan yang disampaikan DS tidak etis. Bagi Melchias Mekeng, beasiswa LPDP adalah investasi negara yang bersumber dari rakyat. Karena itu, tanggung jawab moral, rasa syukur, dan komitmen kontribusi bagi Indonesia menjadi bagian dari nilai yang menyertainya.

Dia menyampaikan bahwa hak pribadi seseorang tetap dihormati, namun sikap di ruang publik perlu mempertimbangkan sensitivitas nasional. LPDP adalah investasi sumber daya manusia Indonesia dan semangatnya adalah kembali memberi untuk tanah air.

“Saya sih menyayangi ya kepada orang yang terima LPDP itu. Dapat beasiswa itu satu keberuntungan, itu kan uangnya dari negara. Iya kan? Dan negara itu kan dari rakyat juga. Jadi itu dari rakyat, seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh sana masuk semua ke APBN dan ada program LPDP itu. Itu satu. Jadi mestinya ada rasa-lah,” kata Melchias Mekeng sebagaimana dikutip dari detiknews, Minggu (22/2).

Baca Juga :  Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!

Melchias Mekeng mengatakan hak setiap orang untuk menentukan kewarganegaraan yang dipilih. Kendati demikian, politisi Partai Golkar itu menilai pernyataan DS justeru menggambarkan seolah Indonesia bangsa kelas bawah.

“Terus yang kedua, bahwa ada kata-kata dia ‘udahlah yang jadi WNI saya aja, anak-anak nggak usah’. Itu juga kurang etis ya. Itu memang hak setiap orang untuk menentukan pilihannya menjadi warga negara, tapi tidak perlu diucapkan ke publik hal-hal yang demikian. Itu kan menyakiti, ya. Seolah-olah kita ini bangsa yang kelasnya ya di bawah itu,” ujar dia.

Berita Terkait

Mahfud MD Nilai Pernyataan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Bukan Makar
Prabowo Ungkit Kelompok Tidak Mau Diajak Kerja Sama, PDIP Buka Suara
Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia
Istana Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi pada 1 April 2026
PDI Perjuangan Soroti Wacana Potong Gaji Pejabat, Minta Pemerintah Benahi Anggaran K/L
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluang Indonesia?
Mudik Lebaran 2026 Jadi Nyaman, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Bisa Diakses
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 10:59 WITA

Masyarakat Desa Wolorega dan Rejo di Paga-Sikka Gotong Royong Perbaiki Ruas Jalan Tanangalu-Paipenga, Kendaraan Bermotor Sudah Bisa Melintas

Jumat, 10 April 2026 - 21:37 WITA

Soeratin U17 dan Pertiwi di Sikka, Flotim Masih Berpeluang Gelar Liga 4 ETMC

Jumat, 10 April 2026 - 09:51 WITA

Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari

Kamis, 9 April 2026 - 10:18 WITA

Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Flores Timur NTT, Puluhan Rumah Rusak

Rabu, 8 April 2026 - 13:48 WITA

132 Desa di Sikka Laksanakan Pilkades Serentak, Telan Biaya 3 Miliar Lebih

Rabu, 8 April 2026 - 08:49 WITA

TPG THR dan Gaji 13 Sudah Terealisasi, Guru-Guru Sampaikan Terima Kasih kepada Dinas PKO Sikka

Senin, 6 April 2026 - 20:36 WITA

Perlawanan Roy Rening, Ajukan PK Penerapan “Pasal Karet” dan “Multitafsir”

Sabtu, 4 April 2026 - 09:37 WITA

Meski Terkendala Jaringan, Dinas PKO Sikka Lakukan Proses Pembayaran TPG THR dan Gaji 13

Berita Terbaru

Ibu dan anak di Kojagete dikabarkan hilang sejak 1 April 2026

Daerah

Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari

Jumat, 10 Apr 2026 - 09:51 WITA