Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 599 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Pio

Andi Pio

Apabila ditambahkan kebutuhan cadangan pangan pemerintah daerah sebesar 10-20 persen, maka total kebutuhan sistem pangan Kabupaten Sikka berada pada kisaran sekitar 31.000 hingga 36.800 ton per tahun.

Kabupaten Sikka memiliki luas baku sawah sekitar ±2.078 hektar (Sikka Dalam Angka 2024), dengan indeks pertanaman (IP) pada kisaran 1-1,3. Dengan produktivitas rata-rata nasional 5-5,5 ton GKG per hektar dan konversi BPS 0,62-0,65 menjadi beras, maka kapasitas produksi beras daerah secara teknis berada pada kisaran ±6.400 hingga 9.650 ton per tahun. Artinya, dibandingkan dengan kebutuhan aktual, Kabupaten Sikka masih menghadapi kesenjangan struktural yang sangat besar.

Dalam konteks ini, defisit pangan yang disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka pada kisaran 24.000-30.000 ton per tahun tetap relevan sebagai gambaran ketergantungan daerah terhadap pasokan luar. Bahkan dengan koreksi demografi terbaru, tekanan kebutuhan pangan menjadi semakin tinggi, mempertegas bahwa persoalan pangan Sikka merupakan persoalan struktural, bukan sekadar fluktuasi produksi.

Dalam situasi tersebut, Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama menjadi infrastruktur strategis. Berdasarkan data Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, bendungan ini memiliki kapasitas ±11,9 juta m³. Jika alokasi untuk irigasi dengan volume 7,5 juta m³/ tahun dan kebutuhan air irigasi ±12.000 m³ per hektar per tahun, maka bendungan ini mampu melayani sekitar ±950 hektar sawah aktif. Dalam skema indeks pertanaman IP 2, potensi tanam meningkat menjadi ±1.900 hektar per tahun dengan produksi beras sekitar ±11.900 hingga 12.500 ton per tahun. Dengan tambahan ini, kapasitas produksi beras Kabupaten Sikka meningkat menjadi sekitar ±18.300 hingga 22.100 ton per tahun.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Namun jika dibandingkan dengan kebutuhan sistem pangan terbaru sebesar ±31.000 hingga 36.800 ton per tahun, maka masih terdapat kesenjangan sekitar ±8.900 hingga 18.500 ton per tahun.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa kemandirian pangan tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan infrastruktur baru, tetapi sangat ditentukan oleh optimalisasi lahan eksisting melalui peningkatan indeks pertanaman dari IP 1-1,3 menjadi IP 2. Jika optimalisasi ini berhasil, maka produksi dari lahan eksisting dapat meningkat menjadi sekitar ±12.800 hingga 19.300 ton beras per tahun.

Berita Terkait

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
13 Lady Companion Antara Dugaan TPPO dan Realitas Pilihan Kerja di Dunia Hiburan Malam
Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru