Dalam skenario optimal, jika produksi lahan eksisting digabungkan dengan kontribusi Napung Gete, maka total kapasitas produksi Kabupaten Sikka berpotensi mencapai ±24.700 hingga 31.800 ton beras per tahun. Pada titik ini, Sikka berada pada ambang keseimbangan pangan, bahkan berpotensi menuju surplus terbatas.
Dengan demikian, transformasi ketahanan pangan Kabupaten Sikka bertumpu pada dua variabel utama: optimalisasi lahan eksisting (P2) dan pemanfaatan maksimal Bendungan Napung Gete. Dalam skenario ideal, kedua faktor ini mampu menutup defisit struktural, dan membuka ruang pembentukan cadangan beras daerah yang lebih stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Napung Gete pada akhirnya adalah katalis perubahan struktur pangan daerah dari ketergantungan pasokan luar menuju sistem pangan yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.***
Ditulis oleh Andi Pio, PNS pada Pemerintah Kabupaten Sikka, tinggal di Maumere





Ikuti Kami
Subscribe












