

Maumere-SuaraSikka.com: Perumda Mawarani di Kabupaten Sikka kini hancur total. Terungkap masalahnya akibat direksi tidak profesional.
Setidaknya terdapat 8 bidang usaha yang digeluti Perumda Mawarani yaitu pariwisata, perkebunan, SPBU, leveransil, jasa konstruksi, pertambangan, perdagangan dan industri, dan jasa ketenagakerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah 2 tahun lebih tidak beroperasi, Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera kemudian mengajukan Rapat Konsultasi bersama DPRD Sikka. Rapat Konsultasi digelar pada Selasa (8/10), dipimpin Ketua Sementara Stefanus Sumandi.
Dalam Rapat Konsultasi, Penjabat Bupati Sikka menyebut Perumda Mawarani telah berhenti beroperasi sejak Juli 2022. Saat berhenti operasi diketahui perusahaan daerah milik Pemkab Sikka mengalami kerugian sebesar Rp 343.550.227.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pemilik atau manajemen tidak memiliki rencana signifikan untuk dapat melanjutkan keberlangsungan terhadap kemampuan menghasilkan arus kas yang cukup dari kegiatan usaha di masa mendatang dan kemampuan pemilik dalam menyelesaikan akumulasi kerugian.
Selain itu disebutkan besarnya kerugian dalam 2 tahun terakhir disebabkan oleh penurunan volume penjualan BBM sangat signifikan sejak tahun 2020 dan 2021.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












