SALAH satu momen dramatis dalam Semana Santa adalah peristiwa ketika Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Yesus tidak hanya berulang kali mengajarkan keutamaan tentang bagaimana menjadi yang terbesar. Ia juga menunjukkan dengan tindakan konkrit sebagai pelayan yang tulus penuh kasih sayang. Pelayan sejati adalah dia yang selalu siap, peka, dan sigap mencermati dan memenuhi kebutuhan sesama. Dialah yang ditinggikan Yesus.
Dalam kampanye politik, kandidat penguasa semisal calon bupati, gubernur, atau presiden sering sekali menjanjikan kepemimpinan pelayan atau servant leadership sebagai bagian dari visi misi yang akan diemban bila mendapat kepercayaan rakyat. Masyarakat di wilayah Kristen atau Katolik seperti di Flores tentu tidak sulit untuk memahami janji politik tersebut.
Spiritualitas kekuasaan untuk pelayanan publik seperti ini pernah juga diungkapkan Fernando Lugo, seorang uskup yang menjadi presiden di sebuah negara di Amerika Latin. Bahwa, the power is the exercise of the faith. Dengan kekuasaan, seseorang mestinya dapat menjalankan perintah Kotbah di Bukit dengan lebih sistematik dan berdaya guna bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Janji Politik Kepemimpinan Pelayan memang mudah untuk digagas dan diucapkan. Namun dalam kenyataan, fenomena kekuasaan berikut nikmat dan godaan kekuasaan sering mengagetkan (shocked) hingga mampu mengaburkan semangat atau idealisme tersebut. Kekuasaan memang bisa mengubah sikap, perilaku, mental dan karakter. Memang lidah tak bertulang alias omon omon.
Tak sedikit penguasa daerah dewasa ini mudah sekali terjerembab dalam berbagai conflict of interest karena dampak situasional kultur politik yang berbiaya tinggi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












