





Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menyoroti pentingnya etika penerima beasiswa dalam merespons dinamika publik. Sorotan ini menanggapi viralnya alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS menyebut ‘cukup aku WNI, anak jangan’ yang belakangan mengemuka di publik.
Melchias Mekeng menyebut pernyataan yang disampaikan DS tidak etis. Bagi Melchias Mekeng, beasiswa LPDP adalah investasi negara yang bersumber dari rakyat. Karena itu, tanggung jawab moral, rasa syukur, dan komitmen kontribusi bagi Indonesia menjadi bagian dari nilai yang menyertainya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyampaikan bahwa hak pribadi seseorang tetap dihormati, namun sikap di ruang publik perlu mempertimbangkan sensitivitas nasional. LPDP adalah investasi sumber daya manusia Indonesia dan semangatnya adalah kembali memberi untuk tanah air.
“Saya sih menyayangi ya kepada orang yang terima LPDP itu. Dapat beasiswa itu satu keberuntungan, itu kan uangnya dari negara. Iya kan? Dan negara itu kan dari rakyat juga. Jadi itu dari rakyat, seluruh Indonesia, dari Papua sampai Aceh sana masuk semua ke APBN dan ada program LPDP itu. Itu satu. Jadi mestinya ada rasa-lah,” kata Melchias Mekeng sebagaimana dikutip dari detiknews, Minggu (22/2).
Melchias Mekeng mengatakan hak setiap orang untuk menentukan kewarganegaraan yang dipilih. Kendati demikian, politisi Partai Golkar itu menilai pernyataan DS justeru menggambarkan seolah Indonesia bangsa kelas bawah.
“Terus yang kedua, bahwa ada kata-kata dia ‘udahlah yang jadi WNI saya aja, anak-anak nggak usah’. Itu juga kurang etis ya. Itu memang hak setiap orang untuk menentukan pilihannya menjadi warga negara, tapi tidak perlu diucapkan ke publik hal-hal yang demikian. Itu kan menyakiti, ya. Seolah-olah kita ini bangsa yang kelasnya ya di bawah itu,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












