Polisi Belum Tangkap Bandar KP, Ada Apa?

    0
    427
    Polisi Belum Tangkap Bandar KP, Ada Apa?
    Sejumlah barang bukti judi kupon putih yang disita aparat Polres Sikka dari tangan penjual dan pengepul
    Maumere-SuaraSikka.com: Dalam empat hari terakhir ini Polres Sikka berhasil meringkus 7 orang yang terlibat aktifitas judi togel atau kupon putih (KP). Mereka yang dimankan adalah para penjual, pengecer, dan pengepul yang beroperasi di berbagai wilayah kecamatan. Hingga sekarang polisi belum menangkap bandar yang menggerakkan judi ilegal ini. Pertanyannya adalah ada apa sehingga para bandar itu masih belum tersentuh.
    “Sekecil apapun hasil yang sudah didapat anggota saya di lapangan, saya sangat mengapresiasinya,” demikian Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang dalam WAG Humas Sinergitas Sikka.
    Dia lalu berjanji siapa pun, baik pemain, pengecer, maupun bandar atau backing judi KP akan dibersihkan dari Maumere. Dia pun meminta semua masyarakat di Kabupaten Sikka untuk tidak lagi berkecimpung pada permainan judi dalam bentuk apapun.
    Namun janji Rickson Situmorang ini belum terealisir. WW, seorang pengepul di Koting yang ditangkap Rabu (12/12) sore, dengan jelas menyebut nama seorang bandar yang berinitial RT, tinggal di Kota Maumere. Polisi baru melakukan penggeledahan di rumah RT setelah 1 hari menangkap WW. Tindakan kepolisian ini dianggap lamban, meskipun Rickson Situmorang beralasan itu merupakan bagian dari pendalaman penyelidikan.

    Berita Terkait:


    “Saya akan sikat yang di depan mata dulu. Semoga dari salah satu usaha penangkapan itu akan mengait ke pihak lain termasuk yang mejadi backing. Pers juga harus bisa menggerakkan masyarakat untuk menjauhi judi dan memberi info modus operandi dan jaringan judi KP di Sikka,” ujar dia.
    Rickson Situmorang menegaskan judi adalah penyakit masyarakat. Jika masih banyak yang menjadipengepul KP, hemat dia, masih banyak masyarakat yang masih suka memasang tebak-tebakan angka yang ilegal tersebut.
    Saat ini, lanjutnya, polisi berhadapan dengan modus baru para pelaku yang sering berpindah-pindah tempat dan cara menjual KP. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan bagi pihak kepolisian untuk terus memberantas judi KP, apalagi sementara ini momennya menjelang Natal. Momen ini mestinya mengingatkan mayarakat agar menjauhi judi.
    “Judi hanya menguntungkan bandar, sementara masyarakat semakin miskin dan bodoh,” ujar dia.
    Dari penangkapan penjual, pengecer, pengepul dalam beberapa hari ini, seseorang beriniital RT disebut-sebut sebagai bandar. Meskipun pengepulnya di Koting ditangkap pada Rabu (12/12), RT tetap menjalankan usaha ilegal ini tanpa takut kepada aparat kepolisian yang lagi gencar melakukan operasi penyakit masyarakat. Dan itu terbukti pada Sabtu (15/12), seorang pengecer yang ditangkap di Waigete dan seorang yang berperan merekap hasil penjualan di Bolawolon, mengaku terus terang bahwa mereka menyetor ke RT.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini