Alvin ingin mendengar aspirasi, menerima masukan, dan menangkap pengaduan.
Makanya dia menyediakan waktu 1 jam setiap hari, dari pukul 08.30 Wita hingga 09.30 Wita, guna membuka ruang komunikasi bersama masyarakat.
Luar biasa! Program yang sangat positif, terutama dalam kaitan dengan pelayanan pemerintahan kepada rakyat pemilik kedaulatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah bukan cerita biasa, ketika terdengar pelayanan kepada masyarakat ditunda tanpa alasan, atau bahkan dipersulit dengan berbagai cara.
Bayangkan! Warga datang dari desa dengan biaya operasional yang tidak sedikit. Ketika tiba di kantor pemerintahan, justeru mendapatkan pelayanan yang tidak maksimal.
Jam Masyarakat versi Alvin, sepintas boleh dibilang tidak jauh berbeda dengan Hari Mendengar yang diinisiasi mantan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego.















