Hari Mendengar yang ditetapkan setiap tanggal 17 dalam bulan, ternyata kemudian menjadi program omong kosong. Praktis hanya berjalan 1-2 kali saja. Setelah itu mati dengan sendirinya.
Yah, program instan, begitulah hasilnya, angat-angat tahi ayam. Semacam program gara-gara untuk mengibuli masyarakat.
Sesungguhnya Alvin sebagai Sekda Sikka waktu itu, tentu saja menjadi bagian dari Hari Mendengar yang gagal itu. Semoga dia tidak gagal dengan Jam Masyarakat. Kalau program ini juga mati suri, artinya Alvin terperangkap ke dalam lubang yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mungkin baiknya, sejalan dengan Jam Mendengar, Alvin harus berani membuat gebrakan pelayanan yang efektif dan efisien. Misalnya, dengan membuka nomor kontak khusus semacam hotline.
Dengan demikian masyarakat dapat mengikuti dan mengetahui komitmen kerja serta pelayanan ASN, baik di kantor desa, kelurahan, kecamatan serta dinas/badan di lingkup Pemkab Sikka.
Banyak Masalah
Publik Nian Tana Sikka melihat dengan mata dan hati, bahwa Bupati Sikka 2018-2023 mengakhiri masa kepemimpinan dengan banyak masalah.















