Dr. Emoto meyakini air memiliki kecerdasan untuk memahami, mengingat dan mengantar informasi. Air merespon cinta, syukur, terima kasih, dan vibrasi atau getaran positif lainnya. Di ruang terbatas ini saya tidak menguraikan cara kerja dan metode penelitian Dr. Emoto.
Tiap wadah yang berisi air yang ditempel tulisan cinta dan terima kasih dalam berbagai bahasa memunculkan kristal-kristal indah. Cantik pula kristal air pada wadah yang ditempeli tulisan nama agama-agama di dunia.
Begitupun saat diperdengarkan lagu cinta dan musik klasik. Air merespon Pastoral Symphony karya Beethoven dengan kristal sempurna nan indah. Terhadap Symphony No. 40 karya Mozart yang merupakan puji-pujian untuk keindahan, air membentuk kristal-kristal sangat halus dan elegan. Sementara Etude in E, Op. 10, No. 3 karya Chopin menampilkan detil-detil sangat indah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi, air yang diperdengarkan musik keras dan heavymetal menghasilkan bentuk kristal terpecah-pecah dan tidak teratur. Begitu pula wadah yang ditempel kata “bodoh” dan kata kasar lainnya, air menghasilkan kristal yang berantakan.
Dari hasil percobaannya, Dr. Emoto menyimpulkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Getaran dari kata-kata yang baik memiliki dampak positif bagi dunia kita. Sedangkan, getaran dari kata-kata negatif memiliki kekuatan untuk menghancurkan.
Bumi terdiri atas 70% air. Tubuh kita pun mengandung persentase air yang sama. Pikiran, lisan, sikap dan tindakan kita mempengaruhi dan mengundang respon air di dalam dan di luar tubuh.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












