Pikiran, Air dan Cinta

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 797 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air tanah, membuat yang terlihat menjadi terlihat, momen penanaman pohon secara Simbolis oleh Penjabat Bupati Sikka di halaman Paroki Magepanda dalam rangka memperingati Hari Air Tahun 2024, Kamis (21/3)

Air tanah, membuat yang terlihat menjadi terlihat, momen penanaman pohon secara Simbolis oleh Penjabat Bupati Sikka di halaman Paroki Magepanda dalam rangka memperingati Hari Air Tahun 2024, Kamis (21/3)

Pikiran kacau dan kekerasan mengundang respon setimpal dari air. Tsunami di Aceh pada Desembet 2004 masuk jauh dari garis pantai adalah contoh respon dan reaksi tersebut. Setali tiga uang dengan gempa dan tsunami di teluk Maumere 12 tahun sebelumnya adalah respon air atas cara bernelayan yang destruktif.

Saya merunduk haru pada sikap Keuskupan Maumere (KUM). KUM mengundang masyarakat untuk merayakan hari air sedunia, 22 Maret 2024, di Desa Magepanda. Catatan sederhana ini diilhami oleh undangan tersebut.

Perayaan hari air adalah perayaan cinta. Tepat benar lokus perayaan, di desa. Kita telah kehilangan banyak mata air akibat kekerasan dalam diri yang terekspresi lewat pembabatan pohon; lewat api yang membakar dan menghanguskan segala yang hidup.

Uskup dan segenap gembala berada dan berdiri di tengah ladang dan huma. Menyerukan dan mengumandangkan cinta. Umat manusia di Nian Tanah Sikka, apa pun agama dan kepercayaannya, mesti merespon panggilan cinta ini. Cinta adalah air suci nirmala yang membersihkan pikiran, hati dan jiwa kita.

Pada titik ini, kita semua menjadi selaras dengan apa yang dikatakan Dr. Emoto dalam The Hidden Messages in Water: “Kita semua memiliki sebuah misi yang amat penting, yaitu membuat air menjadi bersih kembali, dan menciptakan dunia yang mudah dan sehat untuk dihuni. Untuk mewujudkan misi kita, pertama-tama kita harus memastikan hati kita sendiri bersih dan tidak tercemari.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

“Sejak hari ini, kita harus menciptakan sejarah kita sendiri. Air sedang diam-diam dan secara hati-hati memantau arah yang sedang kita tuju. Saya hanya meminta pada anda untuk mendengarkan apa yang hendak disampaikan oleh air pada seluruh umat manusia, dan khususnya pada anda!”.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA