Kebenaran dan Demokrasi: Sebuah Gugatan terhadap Eksistensi Politik di Indonesia

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 545 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilfridus Erwin Kaka

Wilfridus Erwin Kaka

Lebih lanjut, penulisan artikel ini juga bermaksud untuk merefleksikan sejauh mana eksistensi politik di Indonesia saat ini.

Sekilas Perkembangan Demokrasi dan Kebenaran
Demokrasi lahir di Yunani kuno dalam situasi dan latar belakang masyarakat yang belum begitu kompleks. Ia dipraktik-kan hanya dalam satu kota atau polis.

Demokrasi dianggap sebagai satu sistem politik yang terbaik bagi Athena. Sistem demokrasi dianggap masih murni dan sebagai titik tolak untuk pelaksanaan selanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh-tokoh demokrasi Yunani seperti Pericles, Shelessithones, dengan kemampuan masing-masing membela demokrasi sebagai sistem yang paling baik.

Walaupun demikian ide-ide tersebut tidak dapat diterima begitu saja. Plato dan Aristoteles melakukan kritik tajam terhadap praktik demokrasi yang berlaku saat itu.

Plato dalam karyanya Politeia membahas lima bentuk pemerintahan. Oleh karena negara merupakan satu komunitas etis maka Plato langsung menghubungkan bentuk pemerintahan dengan kualitas pemimpin. Namun dalam kenyataan bentuk pemerintahan yang dimulai dengan sistem aristokrasi, timokrasi, oligarkhi, demokrasi, dan tirani mengalami kemerosotan terus menerus dan akhirnya bobrok sama sekali.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru