Sebagai antitesis atas konsep demokrasi deliberatif, dalam diskursus filsafat politik muncul term “postdemokrasi”.
Dalam tafsiran Chantal Mouffe demokrasi sesungguhnya ditandai dengan paradoks yang tidak terakomodasi dalam pandangan demokrasi deliberatif.
Paradoks itu muncul karena demokrasi menjembatani dua aspek yang bertentangan yakni kebebasan individual dan prinsip kesetaraan. Menurut Mouffe, ketegangan antara keduanya tidak mungkin terjembatani dan merupakan roh pendorong gerakan demokrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politik deliberatif adalah politik yang tertuju atau mengutamakan kepentingan manusia. Manusia dilihat sebagai subjek untuk sasaran bukan objek sebagai sasaran.
Keberpihakannya kepada manusia terlepas dari situasi asli manusia sebagai pusat politik tetapi berkaitan dengan nilai-nilai universal yang berlaku yaitu menyangkut transparansi, merangkul, berkeadilan, kebebasan, kesetaraan terutama untuk kepentingan bersama (bonum commune).
Di satu sisi, politik pertama-tama berorientasi pada kepentingan ekonomi. Namun di sisi lain hal tersebut menyebabkan terperosoknya politik ke dalam apa yang dinamakan teknik kekuasaan dengan tujuan dan hasil konkrit seperti penetapan undang-undang dan organisasi birokrasi yang efisien.


Ikuti Kami
Subscribe












