Kebenaran dan Demokrasi: Sebuah Gugatan terhadap Eksistensi Politik di Indonesia

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 545 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilfridus Erwin Kaka

Wilfridus Erwin Kaka

Sebagai antitesis atas konsep demokrasi deliberatif, dalam diskursus filsafat politik muncul term “postdemokrasi”.

Dalam tafsiran Chantal Mouffe demokrasi sesungguhnya ditandai dengan paradoks yang tidak terakomodasi dalam pandangan demokrasi deliberatif.

Paradoks itu muncul karena demokrasi menjembatani dua aspek yang bertentangan yakni kebebasan individual dan prinsip kesetaraan. Menurut Mouffe, ketegangan antara keduanya tidak mungkin terjembatani dan merupakan roh pendorong gerakan demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politik deliberatif adalah politik yang tertuju atau mengutamakan kepentingan manusia. Manusia dilihat sebagai subjek untuk sasaran bukan objek sebagai sasaran.

Keberpihakannya kepada manusia terlepas dari situasi asli manusia sebagai pusat politik tetapi berkaitan dengan nilai-nilai universal yang berlaku yaitu menyangkut transparansi, merangkul, berkeadilan, kebebasan, kesetaraan terutama untuk kepentingan bersama (bonum commune).

Di satu sisi, politik pertama-tama berorientasi pada kepentingan ekonomi. Namun di sisi lain hal tersebut menyebabkan terperosoknya politik ke dalam apa yang dinamakan teknik kekuasaan dengan tujuan dan hasil konkrit seperti penetapan undang-undang dan organisasi birokrasi yang efisien.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terbaru