Kebenaran sejarah dalam konteks ini sulit untuk dipisahkan dari klaim politis yang disampaikan atau disampaikan ulang di tengah-tengah kontestasi para pelaku kehidupan sosial. Kerangka berpikir bermain yang dicetuskan Johan Huizinga ditemukan pula sangat relevan menggambarkan situasi ini.
Demokrasi Deliberatif dan Kebenaran
Termin demokrasi deliberatif dicetuskan Joseph M Bessete, biarpun ide dasarnya telah ditemukan di Yunani kuno.
Penyokong demokrasi deliberatif yang beken adalah John Rawls dan Juergen Habermas. Versi Rawls lebih mereferensikan musyawarah publik sebagai institusi resmi. Habermas lebih memfavoritkan prosedur nonformal penyampaian pendapat tanpa tekanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan kebenaran dalam berbagai arti itu dikenal oleh manusia, bertolak dari suatu persesuaian antara akal budi dan realitas. Persesuaian itu adalah hasil dari suatu dialog.
Lebih sederhana, pencetusan konsep demokrasi deliberatif adalah Jürgen Habermas. Tesis dasarnya ialah, “negara hukum hanya dapat diperoleh lewat demokrasi radikal.”
Karena itu Habermas menekankan karakter sekular negara konstitusional demokratis tidak harus berarti lemah secara kognitif dan motivasional serta membahayakan stabilisasi diri.


Ikuti Kami
Subscribe












