Menurut Rorty, ruang publik adalah suatu arena tempat setiap orang untuk mengartikulasikan penderitaan dengan menggunakan metafor-metafor yang kontingen dan berbeda.
Di balik dekorasi indah demokrasi dan kebebasan, kekuatan kelompok yang bermodal menjadi duri dalam daging bagi kelompok yang tidak memiliki modal.
Sistem kebebasan melapuk dan menempel pada dominasi, hegemoni dan kekuasaan kapitalisme. Dengan itu, warga negara miskin ditelantarkan, mengesampingkan spirit keadilan, ekspansi kekayaan kaum oligarkis semakin luas, bahkan sampai menjarah dan membeli kekuasaan legitim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jadi, kekuasaan tidak hanya menjadi monopoli pemerintah yang berkuasa, tetapi juga berada di tangan agen-agen kapitalisme-neoliberalisme.
Akibat lanjutannya ialah semakin dominannya partai politik oligarkis dalam gelanggang perpolitikan tanah air. Proses politik pun berjalan dalam pendekatan yang cenderung represiť, marginalisasi, dan menafikan aspirasi masyarakat akar rumput. Secara ringkas, praktik politik kapitalisme berdaya menghancurkan partisipasi politik demos.
Krisis demi krisis senantiasa mewarnai proses demokratisasi yang muncul dalam aneka cara dan bentuk. Menurut Collin Crouch, fakta tentang krisis dan kemunduran yang terjadi pada demokrasi tersebut merupakan gejala laten dari post-democracy.


Ikuti Kami
Subscribe












