Setelah perbincangan yang cukup panjang, Paus Paulus juga disebut akan mengunjungi kembali Indonesia. Esok harinya, Presiden Soeharto juga melepas keberangkatan Paus Paulus VI menuju Filipina dan Australia.
Walau begitu, kedatangan Paus Paulus VI ke Indonesia lebih ditekankan pada kedudukannya sebagai Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Sedunia bukan Kepala Negara Vatikan. Maka, selain acara-acara resmi dengan pihak pemerintah Indonesia, Paus Paulus VI juga mengadakan acara-acara keagamaan khusus dengan umat Katolik Indonesia.
Kedatangan kembali Paus kemudian diagendakan pada 3-4 Desember 1970. Ini menjadi kunjungan resmi ke Indonesia untuk yang pertama kalinya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada waktu itu, Paus datang dengan menumpangi pesawat DC 8-Alitalia dan mendarat di Lapangan Terbang Kemayoran Jakarta pada pukul 15.30 WIB. Begitu pintu pesawat “Arcangelo Corelli” dibuka, Sri Paus melambaikan tangannya kepada para pembesar dan umat yang menjemputnya sambil menuruni pesawat.
Presiden Soeharto didampingi para menteri, Pimpinan DPR dan MPRS, pejabat-pejabat tinggi lainnya, serta para duta besar menyambut langsung kedatangan Paus Paulus VI.
Sesudah itu Paus Paulus VI menuju ke Gereja Katedral Jakarta untuk bertemu rohaniwan/rohaniwati Indonesia. Malam harinya, Paus Paulus VI mempersembahkan Misa Suci di Stadion Utama Senayan.


Ikuti Kami
Subscribe












