Pada 14 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II mengakhiri kunjungannya di Indonesia dan bertolak menuju Mauritius. Sebelumnya, Paus Yohanes Paulus II berkunjung kembali ke Istana Merdeka untuk menemui Presiden Soeharto sekaligus berpamitan.
2024 – Paus Fransiskus
Berlanjut pada tahun ini yang akan menjadi ketiga kalinya Sri Paus datang ke RI, dari 3-6 September 2024. Kedatangan Bapa Suci Pemimpin Gereja Katolik Dunia ke Indonesia akan mencakup berbagai pertemuan penting hingga Misa Akbar.
Kunjungan Paus kali ini hanya akan singgah di Jakarta saja. Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono mengatakan kunjungan Paus punya dua perspektif. Pertama, Paus sebagai pemimpin Gereja Katolik yang menyapa umatnya di Indonesia dalam perannya sebagai gembala. Sementara itu, aspek kedua adalah Paus sebagai Kepala Negara Vatikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait kunjungan Paus, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyatakan kegembiraan Gereja Indonesia.
Sebagai bentuk persiapan, KWI bekerja sama dengan Nunsius Apostolik Tahta Suci Vatikan di Indonesia membentuk panitia pada April 2024. Kini panitia yang terdiri dari 56 anggota inti dan 107 relawan inti, terus bekerja mempersiapkan segala sesuatu hingga saat ini.
Setelah kunjungan di Indonesia, Paus akan melanjutkan perjalanan ke Port Moresby dan Vanimo di Papua Nugini pada 6 hingga 9 September 2024. Kemudian, Paus Fransiskus akan mengunjungi Dili, Timor Leste, dari 9 hingga 11 September 2024. Perjalanan apostolik Paus akan ditutup dengan kunjungan ke Singapura pada 11 hingga 13 September 2024.*** (*/eny)


Ikuti Kami
Subscribe












