Tidak hanya itu, orator aksi juga menyebut pemerintah daerah setempat hanya diam melihat realitas yang terjadi. Bahkan dengan nada mengolok-olok, orator menyebut pemerintah terkesan buta dan tuli.

Massa aksi ternyata hanya garang saat berorasi dan menyampaikan tuntutan. Ketika beraudiens dengan Kepala BPN Sikka dan Penjabat Bupati Sikka, mereka malah loyo karena tidak punya referensi yang cukup untuk berargumentasi.
Empat perwakilan EK LMND dan Hipermata hanya mendengarkan dan mencermati penjelasan Kepala BPN Sikka dan Penjabat Bupati Sikka. “Kuliah singkat” itu diterima tanpa ada adu pendapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPN Sikka Herman Adianto Oematan malah menyarankan agar tidak perlu melakukan aksi demonstrasi jika sekiranya EK LMMD dan Hipermata hanya ingin mendapatkan informasi terkait tanah HGU di Nangahale dan Patiahu.
“Datang saja, pintu kami terbuka, tidak perlu demo begini,” saran Herman Adianto Oematan.
Begitu juga penjelasan Penjabat Bupati Sikka, sama sekali tidak dibantah. Padahal sebelumnya EK LMND dan Hipermata menuding pemerintah buta dan tuli.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












