Vatikan: Negara Terkecil, Pengaruh Besar, dari Kejatuhan Komunisme hingga Pengakuan Palestina, dan Diplomasi Sunyi untuk Indonesia Merdeka

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 08:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 604 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus menemui pengungsi Muslim

Paus Fransiskus menemui pengungsi Muslim

Menurut arsip Vatikan dan kesaksian diplomat era awal kemerdekaan, Soegiyopranata menjalin komunikasi dengan Tahta Suci, mengirimkan pesan-pesan tentang realitas Indonesia yang sedang bangkit dari kolonialisme. Dukungan moral Vatikan menjadi sinyal penting bagi negara-negara lain, terutama di Eropa dan Amerika Latin yang mayoritas Katolik.

Vatikan kemudian menjadi salah satu negara pertama di dunia dan paling pertama di Eropa yang menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia. Fakta ini mendorong Presiden Soekarno melakukan lima kunjungan resmi ke Vatikan, dan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada uskup Albertus Soegiyopranata dan menjalin hubungan erat dengan para Paus, dan menegaskan bahwa Indonesia menghargai kekuatan moral Vatikan sebagai penjembatan dunia.

“Soegiyopranata adalah diplomat Tuhan yang menjahit kemerdekaan dengan doa dan strategi sunyi,” ujar Franz Magnis-Suseno, filsuf Katolik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Soegiyopranata adalah jembatan diplomatik senyap antara Jakarta dan dunia Katolik internasional,” ungkap sejarawan Vatikan, Prof Giovanni Miccoli. “Ia bukan sekadar uskup, tapi negarawan dalam jubah.”
“Saya 100% Katolik, 100% Indonesia,”  kata Uskup Soegiyopranata

Runtuhnya Komunisme: Paus sebagai Bintang Penuntun

Ketika Tembok Berlin runtuh pada 1989, banyak orang merayakan kemenangan demokrasi dan pasar bebas. Namun, di balik layar, sosok yang tidak boleh dilupakan adalah Paus Yohanes Paulus II. Dialah, Paus asal Polandia, yang menjadi inspirasi dan pelindung gerakan perlawanan damai seperti solidaritas.

“Tanpa Paus, komunisme tidak akan runtuh secara damai,”  kata Lech Walesa, peraih Nobel Perdamaian dan Presiden Polandia.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA