Vatikan: Negara Terkecil, Pengaruh Besar, dari Kejatuhan Komunisme hingga Pengakuan Palestina, dan Diplomasi Sunyi untuk Indonesia Merdeka

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 08:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 604 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus menemui pengungsi Muslim

Paus Fransiskus menemui pengungsi Muslim

Persaudaraan tak mengenal agama, penderitaan tak memilih kepercayaan,” ujarnya.

Konsili Vatikan II: Menemukan Saudara dalam Islam
Dokumen revolusioner Nostra Aetate (1965) dari Konsili Vatikan II menjadi momen penting dalam hubungan Katolik dan Islam. Umat Islam diakui secara resmi sebagai “umat yang menyembah Allah Yang Esa, pengasih dan penyayang.”

Ini bukan sekadar dokumen, tapi arah baru Gereja Katolik dalam memandang dunia. “Ini adalah momen ketika Gereja tidak hanya berdiri di menara gading, tetapi turun menatap dunia sebagai saudara,” kata Hans Kung, teolog terkemuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara Nurani Global
Di Parlemen Amerika Serikat, Paus Fransiskus tidak sungkan mengecam kapitalisme tanpa belas kasih dan trickle down economics yang memperparah ketimpangan. Ia mengecam pembangunan tembok perbatasan, menyerukan pembangunan jembatan persaudaraan.
Dalam ensiklik Laudato Si, ia mengecam perusakan lingkungan sebagai “dosa terhadap generasi mendatang“.

Ia memanggil dunia untuk bertobat dari kerakusan dan hidup lebih sederhana.
Dunia tidak akan berubah oleh kekuasaan, tapi oleh hati yang mengasihi,” tulisnya.

Sebuah Warisan untuk Dunia
Kini, ketika dunia melepas kepergian Paus Fransiskus, kita tidak hanya kehilangan seorang pemimpin Katolik, tetapi gembala moral 1,4 miliar umat dan suara lembut bagi kemanusiaan.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA