“Persaudaraan tak mengenal agama, penderitaan tak memilih kepercayaan,” ujarnya.
Konsili Vatikan II: Menemukan Saudara dalam Islam
Dokumen revolusioner Nostra Aetate (1965) dari Konsili Vatikan II menjadi momen penting dalam hubungan Katolik dan Islam. Umat Islam diakui secara resmi sebagai “umat yang menyembah Allah Yang Esa, pengasih dan penyayang.”
Ini bukan sekadar dokumen, tapi arah baru Gereja Katolik dalam memandang dunia. “Ini adalah momen ketika Gereja tidak hanya berdiri di menara gading, tetapi turun menatap dunia sebagai saudara,” kata Hans Kung, teolog terkemuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suara Nurani Global
Di Parlemen Amerika Serikat, Paus Fransiskus tidak sungkan mengecam kapitalisme tanpa belas kasih dan trickle down economics yang memperparah ketimpangan. Ia mengecam pembangunan tembok perbatasan, menyerukan pembangunan jembatan persaudaraan.
Dalam ensiklik Laudato Si, ia mengecam perusakan lingkungan sebagai “dosa terhadap generasi mendatang“.
Ia memanggil dunia untuk bertobat dari kerakusan dan hidup lebih sederhana.
“Dunia tidak akan berubah oleh kekuasaan, tapi oleh hati yang mengasihi,” tulisnya.
Sebuah Warisan untuk Dunia
Kini, ketika dunia melepas kepergian Paus Fransiskus, kita tidak hanya kehilangan seorang pemimpin Katolik, tetapi gembala moral 1,4 miliar umat dan suara lembut bagi kemanusiaan.


Ikuti Kami
Subscribe












