Ia adalah pewaris panjang tradisi Vatikan sebagai penjaga suara hati global dari Soegiyopranata di Indonesia, Yohanes Paulus II di Eropa Timur, hingga bendera Palestina di PBB dan seruan pengungsi Muslim di Lesbos.
Dalam sunyi Vatikan, dunia mendengar suara nurani yang tetap bergema di tengah riuhnya geopolitik.
“Blessed are the peacemakers,” katanya, mengutip Sabda Bahagia.
Dan dari Vatikan, damai itu memancar, tanpa teriakan, tanpa senjata hanya cinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
CIAO PAPA FRANSISCO***
Ditulis oleh Paul MS, warga Sikka, tinggal di Kelurahan Beru
Tulisan ini didedikasikan untuk mengenang Paus Fransiskus, Gembala Dunia, yang dalam hidupnya menolak kemewahan, memeluk kemanusiaan, dan menjadikan kasih sebagai strategi global


Ikuti Kami
Subscribe












