Kawasan Ekonomi Perikanan: Antara Retorika Pembangunan dan Ilusi Kebijakan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 804 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanes Don Bosco Ricardson Minggo

Yohanes Don Bosco Ricardson Minggo

Selanjutnya, beberapa regulasi turunan berupa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) turut mempertegas arah kebijakan pembangunan kawasan, seperti kebijakan minapolitan, pengembangan kawasan budidaya terintegrasi, dan Program Kampung Nelayan Moderen.

Namun demikian, regulasi tanpa implementasi sejatinya tidak lebih dari sekadar konstruksi normatif yang tidak memiliki daya dorong.

Dalam praktiknya, hingga saat ini belum terdapat satu pun regulasi yang secara eksplisit dan komprehensif mendefinisikan KEP sebagai entitas hukum dan kelembagaan yang utuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan kerangka legal yang jelas dan mengikat ini menyebabkan terbatasnya koordinasi lintas sektor serta lemahnya integrasi antarlevel pemerintahan dalam pengembangan kawasan perikanan.

Salah satu ilustrasi konkrit dari ketimpangan antara harapan regulatif dan implementasi faktual dapat ditemukan pada kasus Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Alok di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Pelabuhan ini sejatinya berfungsi sebagai simpul utama aktivitas perikanan nelayan lokal. Namun demikian, hingga kini status kelembagaan PPI Alok belum secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Provinsi, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi yang ada.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru