

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus 3 ekor anjing liar masuk dari Desa Garaumpa Kecamatan Kalaotoa Propinsi Sulawesi Selatan ke Desa Ladolaka Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka Propinsi NTT baru-baru ini, ternyata memiliki cerita panjang.
Beredar kabar bahwa masyarakat Palue dan masyarakat Kalaotoa punya hubungan psikologis yang dijalin sudah lama. Hubungan psikologis ini berupa transaksi perdagangan. Mereka biasa menggunakan sistem berter. Tradisi ini menjadi pintu masuk anjing liar ke Palue, dan bisa mengancam tingginya angka rabies di daerah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Palue biasanya ke Kalaotoa membawa pangan lokal seperti ubi, jagung dan kacang. Nantinya mereka barter dengan anjing. Sekali barter, biasanya puluhan ekor anjing dibawa pulang ke Palue.
Camat Palue Rudolfus Riba yang dihubungi Jumat (16/5) kemarin di Kantor Bupati Sikka, membenarkan kegiatan barter yang selama ini melibatkan masyarakat Kalaotoa dan Palue.
“Ceritanya begitu, sudah lama seperti itu. Mereka langsung cari sendiri anjing-anjing di kebun milik masyarakat,” ujar Rudolfis Riba di sela-sela pelantikan Penjabat Kepala Desa.
Perdagangan dengan sistem barter ini, jelas dia, dalam 2 tahun terakhir ini sempat terhenti. Hal ini karena meningkatnya kasus rabies di Palue. Wilayah kepulauan yang terisolir itu justeru menyumbangkan tingginya angka kematian akibat rabies.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












