Bupati Sikka juga menyinggung tradisi barter yang terjadi selama ini antara masyarakat Palue dan Kalaotoa. Bagi dia, perdagangan model barter yang telah terjadi tidak mungkin bisa dihentikan.
“Tetapi kita harus jaga, apalagi di tengah situasi seperti ini supaya juga jangan sampai ada virus yang masuk mengganggu kestabilan situasi kita di Sikka atau di Palue,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, 3 ekor anjing liar diduga rabies masuk ke Kecamatan Palue Kabupaten Sikka Propinsi NTT tanpa dilengkapi dokumen karantina dan administrasi lainnya. Anjing-anjing itu dibawa dari Desa Garaumpa Kecamatan Kalaotoa Propinsi Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun media ini, 3 ekor anjing tersebut terdiri dari 1 ekor anjing betina dalam kondisi bunting, dan 2 ekor anjing jantan.
Tiga ekor anjing liar ini dibawa menggunakan jolor, perahu yang biasa dipakai nelayan untuk menangkap ikan tuna dan sejenisnya. Diperkirakan anjing-anjing itu sidah berada di Desa Ladolaka sejak Kamis (8/5).
Setelah melalui koordinasi, para pemilik anjing yang merupakan warga Desa Ladolaka Kecamatan Palue akhirnya rela anjing-anjing tersebut dimusnahkan.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












