Munculnya kasus 3 ekor anjing liar yang dibawa dari Kalaotoa Sulawesi Selatan, kata dia, mendorong pihaknya untuk semakin meningkatkan kinerja kerja Satgas Pencegahan Rabies di Kecamatan Palue.
Saat ini, kata dia, personil Satgas terus mewanti-wanti masuknya perahu-perahu nelayan warga Palue yang datang dari Sulawesi Selatan. Kendala yang dialami Satgas yakni jumlah personil yang terbatas, sementara perahu-perahu nelayan bisa saja masuk melalui luasnya perairan laut Palue.
“Kita harapkam masyarakat bisa membantu memberikan informasi agar bisa segera disikapi,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago yang dikonfirmasi terkait masuknya 3 ekor anjing liar ke Palue yang diduga rabies, mengaku akan segera memanggil Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bidang Kesehatan Hewan guna mendapatkan informasi yang pasti.
“Nanti saya akan koordinasikan, kita harus ambil langkah cepat supaya tidak terulang lagi,” jelas Bupati Sikka usai melantik 68 Penjabat Kades.
Menurut dia, pemerintah sudah mengagendakan Rapat Koordinasi untuk membahas pencegahan rabies. Namun rencana Rakor tersebut, kata dia, belum terlaksana. Dia akan mengagendakan ulang, membahasnya bersama seluruh pihak yang terlibat, sehingga kasus seperti di Palue tidak terjadi lagi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












