Namun apapun kritik anggota Pansus RPJMD, sepertinya tidak bisa mengubah pikiran pemerintah untuk menggolkan hanya 3.068 rumah terima kunci. Sekda Sikka tampak tenang dan tidak mau terpancing dengan pernyataan-pernyataan politis anggota Pansus.

Sebelumnya, dalam Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Sikka menjawab pertanyaan tentang program 20.000 rumah terima kunci.
Bupati Sikka menyebut program tersebut sebagai program unggulan rumah siap huni. Program ini, kata dia, untuk menjawabi tujuan RPJMD yakni mewujudkan infrastruktur daerah yang berkelanjutan, tangguh dan mandiri dengan sasaran daerah meningkatnya kualitas dan keterjangkauan aksesibilitas infrastruktur yang merata dan berkelanjutan melalui strategi penataan permukiman dan pengurangan kawasan kumuh inklusif berbasis kolaborasi dan tata ruang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sasaran perangkat daerah meningkatnya akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan indikator sasaran persentase rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan target capaian di tahun 2026 sebesar 76,96% dan di tahun 2029 sebesar 78,55%. Nantinya program ini dilaksanakan melalui program perumahan dan kawasan permukiman kumuh.
Jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Sikka hingga tahun 2024 sebanyak 19.627 rumah. Berdasarkan pemadanan data dengan data P3KE, lanjut Bupati Sikka, jumlah rumah tidak layak huni yang berada di Desil I (miskin ekstrim) sebanyak 3.068 rumah yang terdiri dari 1.118 rumah berada di wilayah pesisir yang tersebar di 15 kecamatan. dan 1.950 rumah berada di wilayah pedesaan yang tersebar di 20 kecamatan.
Menurut dia, sebanyak 1.118 rumah yang berada di wilayah pesisir telah diusulkan melalui APBN sesuai permintaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












