

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 14.305 peserta JKN-KIS di Kabupaten Sikka Propinsi NTT dinonaktifkan. Ribuan orang ini merupakan peserta segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran), yang iuran bulanan peserta ditanggung melalui dana APBN.
Fakta miris ini diangkat oleh Fraksi Partai Golkar di paripurma DPRD Sikka. Jurubicara Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis mengatakan penghentian pembiayaan oleh pemerintah pusat tentu menambah beban bagi masyarakat yang kateopri kurang mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terkait hal ini, apa solusi dari pemerintah?” tanya Maria Angelorum Mayestatis saat membacakan Pemamdangam Umum Fraksi atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sikka 2024, Selasa (22/7).
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi membenarkan terjadinya pengnonaktifan 14.035 peserta PBI JKN-KIS APBN. Dia lalu membeberkan beberapa alasan.
Pertama, yakni adanya pemadanan data antara Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan data pada sejumlah lembaga lain. Dia menyebut seperti Data Kementerian Dalam Negeri (Dispendukcapil), Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstem (P3KE).
Lalu Data BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja, Data PLN yaitu data pemakai tegangan Listrik yang mencapai 2300 Watt, Data Kementerian Hukum dan HAM (Data SIUP dan SITU), alamat KPM tidak ditemukan, pekerjaan tidak sesuai, dan KPM dinyatakan meninggal dunia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












