Sihir Ngada di Persimpangan Jalan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 346 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skuad PSN Ngada saat melawan PS Kota Kupang di babak penyisihan

Skuad PSN Ngada saat melawan PS Kota Kupang di babak penyisihan

STADION Marilonga mendadak berubah. Riuh ribuan penonton di venue berkapasitas 7.000 orang itu pelan-pelan menghilang. Para penikmat bola berjersey merah tidak lagi bersuara.

Hanya terdengar gedebuk drum dan chan penyemangat dari Red Boys 58. Kelompok supporter militan ini masih setia di 2 menit akhir. Setia di belakang Perse Ende, tim kebanggaan. Mereka baru berhenti berekspresi setelah pluit panjang mengakhiri laga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorak berisik justeru  muncul di kubu pendukung setia Persena Nagekeo. Militan berjubah kuning yang jumlahnya tidak terlalu banyak menari riang di atas tribun. Dua menit seolah sangat lama sekali. Ada kekuatiran lahir gol penyeimbang.

Adalah Oan Teguh, sosok “pembunuh” malam itu. Pemain dengan nama lengkap Yohanes Cahya Nugraha Je Teguh itu tidak sia-siakan bola rebound hasil tangkapan tidak sempurna penjaga gawang. Tandukannya merobek jaring Putra Awaludin persis di menit ke-90.

Anang Halid mengayunkan dua tangannya ke udara. Seolah meminta pendukung Laskar Sekatalo untuk terus memberi semangat. Provokasi positip seperti ini sering terlihat di lapangan pertandingan. Dia tampak begitu emosional. Gol tercipta justeru lahir dari eksekusi tendangan bebas dirinya di depan bench Perse.

Perse tumbang di Babak 16 Besar. Tim tuan rumah seakan tidak bernyali dalam sisa waktu 2 menit. Kapten kesebelasan Adi Baba menangis tersedu. Dia tidak mampu sembunyikan wajah sedih. Jauh berbeda dengan kegarangannya mengklaim nyali Perse hanya di semifinal dan final.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru