Perse tumbang menyakitkan. Laskar Kelimutu sulit menembus total football yang diperagakan Tian Daga dan kawan-kawan. Secerdik apapun Zulvin Zamrun meracik strategi pemenangan, terlalu mudah bagi Erasmus Marianus Dewadjo Aja meladeninya. Praktis Adi Aba dan kawan-kawan tidak mampu menembus gerendel pintu ala catenaccio Persena.
Mimpi Perse terbenam di Stadion Marilonga. Padahal tim ini digadang-gadang tembus ke partai puncak dan juara. Napak tilas 1999 dan 2017 menjadi penyemangat tim tuan rumah. Roh Stadion Marilonga yang keramat itu ternyata berpaling dari Tim Merah Merah.
Perse adalah salah satu contoh tim nominasi yang gagal. Beberapa tim yang diperkirakan setidaknya menembus semifinal, justeru sudah lebih dulu angkat kaki. Juara bertahan Bintang Timur Atambua misalnya, malah pamit lebih dini. Hanya sampai di Babak Penyisihan. Begitu juga Perseftim Flores Timur, peringkat ketiga musim lalu, bale Nagi lebih cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Citra Bakti Ngada yang sempat membuat kejutan di laga pembuka, Persamba Manggarai Barat dan Biru Muda Perkasa Flotim yang luar biasa di Babak Penyisihan, tumbang di Babak 16 Besar. Persab Belu yang ditukangi pelatih bertangan dingin Adnan Mahing, begitu juga PS Malaka yang fenomenal, terpaksa kemas koper di Babak 8 Besar.
Jago-jago bola bundar di NTT itu sudah hilang semua. Tersisa hanya satu nama besar yang sulit digoyang: PSN Ngada. Raksasa sepak bola di NTT peraih 8 kali tropi bergilir ETMC, masih bertahan hingga kini. Heron Ago dan kawan-kawan telah menyegel 1 tiket Semifinal.
Setiap kali turnamen bergengsi ini digelar, PSN Ngada adalah momok yang menakutkan bagi lawan. PSN Ngada adalah salah satu nominasi juara yang selalu menghiasi diskusi publik NTT. Tak pelak Laskar Jaramasi selalu menjadi tim yang diunggulkan tampil sebagai kampiun.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












