Dan hingga detik ini, Tim Oranye Hitam itu masih merumput di Stadion Marilonga yang mulai sedikit “botak” dan berdebu. Nilai sempurna di Babak Penyisihan adalah indikator penting bahwa tim ini bukan hanya nama besar. Ini tim yang memiliki mental juara. Sejauh ini mungkin hanya Perss Soe yang sanggup membuat PSN Ngada ketar-ketir.
Tinggal satu langkah lagi, PSN Ngada berdiri gagah di partai puncak. Kletus Gabhe, pelatih yang sarat pengalaman, belum mau menatap jauh. Dia lebih memilih merendah dan cenderung fokus memikirkan bagaimana menuju ke partai puncak. Tidak tampak kesombongan, meskipun sesungguhnya dia pantas melakukan itu. Kletus Gabhe tidak mau jumawa. Tidak ada sedikit pun sesumbar yang keluar dari mulutnya.
Kletus Gabhe betul. Bola itu bundar. Sepak bola bukan saja urusan teknik, taktik, dan strategi. Sepak bola selalu penuh dengan kejutan, dan terkadang bisa menjadi kejam. Beberapa tim nominasi juara sudah mengalami bagaimana kejamnya sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jelang semifinal yang dijadwalkan Rabu (3/12) besok, publik mulai mereka-reka musim ini milik PSN Ngada. Kualitas tiga semifinalis masih berada jauh di bawah PSN Ngada. Sepertinya PSN Ngafa sedang melakoni jalan mulus menuju tangga juara.
Tapi sekali lagi, sepak bola bukan hitungan matematika. Kejutan-kejutan bisa saja muncul di babak krusial ini. Bisa saja Dewi Fortuna tidak berpihak kepada PSN Ngada. Apalagi Stadion Marilonga sepertinya kurang bersahabat dengan tim ini.
Mungkinkah PSN Ngada akan berhenti di Semifinal, mengikuti jejak jago-jago yang sudah duduk manis menjadi penonton? Walahualam! Sihir PSN Ngada sedang berada di persimpangan jalan. Bajak Laut bisa menjadi ironi yang mematikan.*** (vicky da gomez)


Ikuti Kami
Subscribe












