Pada fase grup musim ini, hasil Persena sedikit lebih baik. Anak-anak asuhan Erasmus Marianus Dewadjo Aja itu 2 kali menang dan 1 kali seri, memasukkan 5 gol dan kemasukan 3 gol. Dengan nilai maksimal 7, Laskar Sekatalo berhasil keluar sebagai Juara Pool G.
Berbeda dengan Persada yang menempuh jalan terjal. Kemenangan pertama pada laga terakhir Match3, mengantar Persada lolos ke fase gugur dalam status peringkat ketiga terbaik.
Saat berada di Babak 16 Besar, Persada dan Persena sepertinya masih dilihat dengan sebelah mata. Dua tim ini mungkin saja dianggap underdog. Justeru dalam posisi “direndahkan”, mereka leluasa bermain tanpa beban. Dewi Fortuna mendatangi dua tim ini lewat drama adu pinalti. Persada singkirkan Persap Alor, sementara Persena pulangkan Flores United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lagi-lagi Dewi Fortuna masih berpihak kepada Persada dan Persena di Babak 8 Besar. Persada kembali beruntung melalui drama adu pinalti, menghempaskan PS Kota Kupang. Sementara Persena melalui perjuangan dan kerja keras, menghentikan tim tuan rumah Perse Ende melalui gol tunggal pada masa injury time.
Laga Jilid 4 malam ini pasti bakal seru. Dari sama-sama sebagai tim underdog, malam ini spiritnya sudah berubah. Motivasi mereka semakin tinggi untuk saling mengalahkan dan sesegera mungkin berada di partai puncak.
Persada pernah berada di partai puncak pada 14 tahun lalu. Bermain di kandang sendiri, Persada berhasil menggondol tropi bergilir untuk pertama kali. Sebuah kerinduan tertanam pada anak-anak Persada untuk bisa tampil kembali di partai puncak.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












