PSN sudah 8 kali merengkuh tropi bergilir. Kletus Gabhe, sang arsitek, tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan untuk menambah litani koleksi. Setelah sukses naik podium terakhir di Rote Ndao 2023, PSN tidak mau buang-buang kesempatan di musim ini. Apalagi PSN pernah mengalami vakum cukup lama, 16 tahun, dari Juara ETMC 2007, kemudian sukses di 2023.
Sejak turnamen bergengsi ini masih bernama Eltari Cup kemudian diubah menjadi Eltari Memorial Cup, PSN belum pernah satu kali pun menari-nari di Flores. Delapan kali juara, PSN menghentak ja’i di Timor dan Sumba. Bahkan ketika Ngada menjadi tuan rumah ETMC 2009, PSN tetap saja tidak bisa angkat piala.
Sadar tidak sadar mitos buruk tersebut menghantui emosional dan psikologis raksasa sepak bola NTT itu. Karena itu tidak ada pilihan lain, musim ini, saatnya PSN melawan mitos tidak pernah juara di Flores.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Stadion Marilonga rasa-rasanya adalah momok yang menakutkan bagi PSN. Dua kali manggung di partai puncak, 1999 dan 2017, dua kali itu juga PSN tersandung. Sepertinya Stadion Marilonga adalah keramat dan tidak bersahabat bagi Laskar Jaramasi. Kini, saatnya pembuktian, PSN tidak mau tersandung untuk ketiga kalinya.
Lalu bagaimana dengan Persena? Label pertempuran kakak adik, tidak membuat luluh Laskar Sekatalo. Datang dengan target lolos fase grup, Persena justeru tembus hingga partai puncak.
Sepuluh musim Persena mengembara di turnamen bergengsi ini, sejak pertama kali ikut pada ETMC 2007 di Atambua. Prestasi yang paling gagah adalah semifinalis edisi ETMC 2011 di SBD. Lebih dari itu, Persena selesai di fase grup atau paling bisa mampir di Babak 16 Besar.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












