Menanti Sejarah di Marilonga

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 435 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duel final malam ini (foto: kreatifitas desain, diambil dari dinding medsos)

Duel final malam ini (foto: kreatifitas desain, diambil dari dinding medsos)

PERHELATAN Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV Tahun 2025 di Kabupaten Ende segera akan berakhir, Jumat 5 Desember 2025. Turnamen tahunan ini akan digelar kembali tahun depan di Kabupaten Flores Timur.

Laga Final antara PSN Ngada dan Persena Nagekeo bakal mengakhiri turnamen bergengsi yang digelar selama 23 hari di Stadion Marilonga. Tim mana yang bakal naik podium?

Grand Final musim ini memiliki makna yang sangat historis sekali bagi dua finalis. Banyak orang menyebutnya sebagai final antara kakak dan adik. PSN sebagai kakak, dan Persena sebagai adik.

Nagekeo adalah kabupaten pemekaran dari Ngada. DPR RI menyetujui pembentukan Kabupaten Nagekeo pada 8 Desember 2006. Kemudian pada tanggal 22 Mei 2007 diresmikan menjadi kabupaten definitif berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2007.

Menyebut final nanti sebagai pertemuan kakak dan adik, yah, boleh-boleh saja. Romantisme itu memang sudah melekat. Ikatan emosional dan balutan psikologis tidak bisa terhindarkan.

Baca Juga :  Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Tapi dalam konteks kompetisi sepak bola, ruang kakak adik ini bisa menjadi mentah. Apalagi pada partai krusial. PSN tetaplah PSN. Persena tetaplah Persena. Rivalitas menjadi sesuatu yang lebih agung. Di titik ini, laga kakak adik itu pasti akan “berdarah-darah”.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA