Musim ini, partisipasi yang kesebelas, Persena unjuk gigi. Untuk pertama kali, Persena tembus hingga Grand Final. Sebuah catatan perjalanan yang tidak mudah dilupakan begitu saja.
Tidak heran, jika Persena yang awalnya merumput tanpa pendukung, kini ribuan militan ber-jersey kuning, berdiri gagah di tribun penonton. Mereka membawa spirit yang lagi viral: Main dia Bobi. Entahlah apa maksud spirit ini.
Pertama kali pentas di partai puncak, ini adalah kesempatan yang tidak mungkin terulang terus-menerus. Suka tidak suka, mau tidak mau, Persena harus berjibaku serius untuk membawa pulang tropi bergilir ke Mbay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari spesial Nagekeo yang jatuh pada 8 Desember nanti, bisa jadi pemicu positif bagi Persena. Menjadi juara untuk pertama kalinya, adalah kado terindah bagi HUT ke-19 Kabupaten Nagekeo. Semarak pesta itu bisa jadi bakal mendunia.
PSN dan Persena punya tipikal dan karakter bermain yang hampir sama. Bola-bola panjang ke jantung pertahanan menjadi warna dan ciri khas tersendiri. Stamina yang bagus didukung daya juang yang tinggi, hampir pasti membuat laga ini menarik.
Barisan pertahanan PSN sejauh ini cukup disiplin. PSN baru kebobolan 2 gol dari 6 pertandingan. Sedikit berbeda dengan Persena yang kebobolan 6 gol. Tapi Persena punya total football yang sangat apik. Perse Ende, tim tuan rumah pernah merasakan bagaimana sulitnya menembus gerendel yang dibuat Tian Daga dan kawan-kawan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












