Menanti Sejarah di Marilonga

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 398 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duel final malam ini (foto: kreatifitas desain, diambil dari dinding medsos)

Duel final malam ini (foto: kreatifitas desain, diambil dari dinding medsos)

Musim ini, partisipasi yang kesebelas, Persena unjuk gigi. Untuk pertama kali, Persena tembus hingga Grand Final. Sebuah catatan perjalanan yang tidak mudah dilupakan begitu saja.

Tidak heran, jika Persena yang awalnya merumput tanpa pendukung, kini ribuan militan ber-jersey kuning, berdiri gagah di tribun penonton. Mereka membawa spirit yang lagi viral: Main dia Bobi. Entahlah apa maksud spirit ini.

Pertama kali pentas di partai puncak, ini adalah kesempatan yang tidak mungkin terulang terus-menerus. Suka tidak suka, mau tidak mau, Persena harus berjibaku serius untuk membawa pulang tropi bergilir ke Mbay.

Hari spesial Nagekeo yang jatuh pada 8 Desember nanti, bisa jadi pemicu positif bagi Persena. Menjadi juara untuk pertama kalinya, adalah kado terindah bagi HUT ke-19 Kabupaten Nagekeo. Semarak pesta itu bisa jadi bakal mendunia.

PSN dan Persena punya tipikal dan karakter bermain yang hampir sama. Bola-bola panjang ke jantung pertahanan menjadi warna dan ciri khas tersendiri. Stamina yang bagus didukung daya juang yang tinggi, hampir pasti membuat laga ini menarik.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Barisan pertahanan PSN sejauh ini cukup disiplin. PSN baru kebobolan 2 gol dari 6 pertandingan. Sedikit berbeda dengan Persena yang kebobolan 6 gol. Tapi Persena punya total football yang sangat apik. Perse Ende, tim tuan rumah pernah merasakan bagaimana sulitnya menembus gerendel yang dibuat Tian Daga dan kawan-kawan.

Berita Terkait

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
13 Lady Companion Antara Dugaan TPPO dan Realitas Pilihan Kerja di Dunia Hiburan Malam
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru